Human Papilloma Virus (HPV) adalah salah satu penyebab utama kanker leher rahim (kanker serviks),beberapa jenis kanker serta penyakit lainnya.Menyadari pentingnya sebagai perlindungan terhadap HPV dan penyakit-penyakit yang ditimbulkannya, PROMEC berbagai pilihan untuk melindungi diri dari HPV.

Pap Smear

Pemeriksaan pap smear adalah cara untuk mendeteksi dini kanker leher rahim. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit, dengan biayanya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat.
Pemeriksaan papsmear dapat dilakukan kapan saja,kecuali pada masa haid atau sesuai petunjuk dokter. WHO merekombinasikan semua wanita yang telah menikah atau telah melakukan hubungan seksual untuk menjalani pemeriksaan Pap smear minimal setahun sekali hingga usia 70 tahun.

Thin Prep

ThinPrep Pap Test adalah tes pap smear dengan metode terkini LBC ( liquid-based cytology atau sitologi berbasis cairan ) yang memberikan hasil lebih komprehensif dan akurat, hingga 60 – 80 %. Menurut American Cancer Society, sepanjang tahun 1997-2007 sejak metode thinPrep Pap Test digunakan, angka perkiraan kasus kanker serviks di Amerika dapat ditekan hingga 33%. Hal ini berdampak positif menurunkan angka penderita kanker serviks serta tingkat kematian akibat kanker pada wanita.

HPV DNA Paptest

Merupakan pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus (HPV) pada sel-sel yang diambil dari leher rahim.
Dapat mendeteksi adanya infeksi HPV bahkan sebelum terjadi perubahan sel leher rahim dan mempunyai sensitivitas yang tinggi hingga 95%.

IVA ( inspeksi Visual dengan Asam asetat )

Yaitu pemeriksaan untuk mendeteksi secara langsung adanya kelainan leher rahim dengan cara memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%, bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna pada permukaan leher rahim, yaitu tampak bercak putih,maka kemungkinan besar ada kelainan tahap pra kanker pada leher rahim.

  • Vaksin HPV

    Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear

    Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program screeningdan pemberian vaksinasi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia – WHO, vaksinasi merupakan pencegahan utama untuk penyakit terkait HPV (WHO, 2014).

    Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

  • Vaksinasi

    Anti tetanus

    Manfaat imunisasi TT pada ibu hamil:

    • Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat
    • Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka
  • Program Pemilihan Jenis Kelamin Bayi

    Saat ini anda dapat memilih jenis kelamin bayi dengan tingkat keakuratan mencapai lebih dari 85%. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom yang membangunnya. Seorang Laki-laki mempunyai dua jenis kromosom pada sel sperma yaitu kromosom X dan kromosom Y (XY), sedangkan seorang Perempuan mempunyai kromosom XX (keduanya kromosom X). Bayi akan memperoleh satu kromosom dari ayah dan satu kromosom lagi dari ibunya. Bila bayi mendapatkan kromosom Y dari sang ayah maka akan terbentuk kromosom XY yang menentukan jenis kelamin bayi laki-laki/pria. Bila ia mendapatkan kromosom X dari sang ayah maka akan terbentuk kromosom XX yang menentukan jenis kelamin bayi perempuan/wanita