Pemeriksaan ultrasonografi (USG) adalah pemeriksaan kandungan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi. USG bisa dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 3 bulan untuk mengetahui usia kandungan dan lokasi janin, lalu saat trimester kedua untuk mengetahui ada kelainan atau tidak.

Dari sisi obstetri, USG juga dipakai untuk memeriksa dan memastikan adanya kehamilan intrauterin, melihat potensi kehamilan abnormal, keguguran, dan kelainan-kelainan pada kehamilan lainnya seperti plasenta previa dan kelainan plasenta lainnya, mengevaluasi dinamika leher rahim, kemungkinan persalinan prematur dan ketuban pecah dini.

Di sisi ginekologi, USG dipakai untuk diagnosis patologi panggul, rahim, ovarium/indung telur, adneksa/jaringan di sekitar rahim dan cul. USG juga menjadi bagian dari pemeriksaan ginekologi tahunan terutama pada pasien yang memiliki risiko tinggi kanker ginekologi (endometrium, ovarium, HRT) dan dipakai untuk mendiagnosa infertilitas/ketidak-suburan, dan pemeriksaan saluran reproduksi lainnya.

  • USG 2D

    Pemeriksaan dengan USG 2D umumnya hanya memberikan gambar janin secara datar dan hanya secara garis besarnya saja sehingga biasanya hanya bisa dimengerti oleh dokter. Hasil USG ini tetap bisa digunakan untuk melihat organ-organ internal bayi. Pada pemeriksaan awal atau saat masih di trimester awal, biasanya dokter akan menggunakan jenis USG 2D untuk memeriksa kondisi janin.

    Pada USG 2D gambar yang terlihat akan tampak samar-samar, meskipun gerakannya tetap terpantau dengan baik. Tapi jika dokter melihat adanya potensi kelainan, biasanya disarankan untuk melakukan USG dengan dimensi yang lebih tinggi.

  • USG 3Dimensi

    Pemeriksaan menggunakan USG 3D akan memberikan gambaran janin yang lebih detail sehingga gambar yang dihasilkan bisa dimengerti oleh ibu dan juga anggota keluarga lainnya. USG 3D juga memungkinkan untuk melihat anatomi tubuh janin dengan lebih jelas misalnya dapat mendeteksi gangguan bibir sumbing.

  • USG 4 Dimensi

    Pada pemeriksaan USG 4D gambar yang dihasilkan lebih detail dan akurat serta bisa bergerak sehingga terlihat seperti sebuah film. USG 4D ini juga mampu memvisualisasikan anggota tubuh lebih jelas, misalnya hidung janin mancung atau pesek, serta menunjukkan aktivitas janin di dalam perut seperti sedang menghisap jari atau menguap.

    Pemeriksaan USG 4D juga dapat mendeteksi kelainan yang terjadi secara lebih dini, sehingga pengobatan yang diberikan lebih terarah. Kelainan yang dapat dideteksi seperti menentukan usia kehamilan, kelainan plasenta atau mendeteksi kehamilan ektopik. Keuntungan lain yang didapat adalah keluarga bisa mendapatkan film janinnya dalam bentuk CD.