PELAYANAN VAKSIN DEWASA

Perlukah orang dewasa divaksin?

Vaksin bukan hanya untuk bayi dan anak-anak. Vaksin bagi dewasa penting dan diperlukan. American Society of Internal Medicine menyatakan, imunisasi saat dewasa mampu mencegah kematian akibat penyakit 10 kali lipat dibanding anak-anak. Pemberian imunisasi  semasa kecil belum bisa memberi jaminan kekebalan seumur hidup. Kekebalan yang didapat dari vaksin pada masa anak- anak akan berkurang seiring dengan usia yang bertambah sehingga tidak dapat memberikan perlindungan maksimal

CEGAH PENYAKIT DENGAN VAKSIN
LEBIH MUDAH MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI
LEBIH MURAH VAKSIN DARIPADA PENGOBATAN

 

1.VAKSIN Tdap (TETANUS DAN DIFTERI)

  • Mencegah penyakit tetanus dan difteri dalam 1 suntikan.
  • Sejak terjadinya KLB difteri di tahun 2017 ini, disarankan agar orang dewasa juga melakukan vaksinasi difteri.
  • Apa sebenarnya Difteri?
    Difteri merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh bakteri
    corynebacterium diphtheria, menghasilkan racun (eksotoksin) yang dapat merusak dan
    mematikan sel-sel sehat, menyerang jantung, sistem pernapasan, ginjal, dan sistem saraf.
  • Penularan difteri sangat cepat, karena kuman berpindah melalui dahak dan udara saat penderita batuk, bersin, tertawa.
  • Beberapa gejala difteri seperti:
    Sakit tenggorokan, disertai terbentuknya selaput abu-abu (pseudomembran)
    sulit bernapas
    Demam dan menurunnya nafsu makan
  • Infeksi tetanus dapat terjadi karena luka sayat, luka bakar, aborsi, narkoba, atau tindakan tindakan yang dapat menyebabkan luka terbuka, sehingga bakteri tetanus dapat masuk dan menginfeksi susunan saraf pusat.
  • Tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagian imunisasi DPT. Pada orang dewasa (Tdap), wanita hamil (TT).

0101

2.VAKSIN HEPATITIS A

  • Memberikan perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A  ( sakit kuning) yang menyerang sel-sel hati.
  • Penyebaran utama  melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja pengidap hepatitis A,pemakaian jarum suntik bersama, sex bebas.
  • Dianjurkan pada setiap orang dewasa sehat, pekerja di rumah makan dan wisatawan .
  • Vaksin Hepatitis A diberikan 2x dengan jeda waktu 6 bulan.

3. VAKSIN HEPATITIS B

  • Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014, Indonesia merupakan daerah endemik tinggi untuk hepatitis B, terbesar kedua di Asia Tenggara. Vaksin hepatitis B wajib bagi warga negara Indonesia, baik anak dan dewasa (perlindungan hingga 90%).
  • Penyakit hepatitis B merupakan penyakit pada hati atau liver yang diakibatkan oleh adanya infeksi virus hepatitis B.
  • Penularan  terjadi melalui kontak cairan tubuh penderita seperti darah, kontak seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik bergantian, tattoo, alat cukur, dan transfusi darah. Termasuk pula penularan dari ibu hamil pada janin.
  • Gejala awal demam, lemas, kehilangan nafsu makan, diare, mual, dan perut  tidak nyaman. Berlanjut dengan kulit dan selaput mata  berwarna  kekuningan, dan air kencing berwarna seperti teh.
  • Virus hepatitis B dapat berkembang menjadi penyakit kronis dan sangat berpotensi untuk menyebabkan penyakit sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.
  • Vaksin Hepatitis B diberikan 3x ( 0 -1-6 )

4. VAKSIN MMR

MMR (Measles/ campak, Mumps/Gondongan, Rubella/campak jerman) merupakan infeksi  akut disebabkan oleh virus, dan menular melalui percikan air ludah di udara (batuk, bersin).

  1. Campak

Gejala berupa  demam, batuk, pilek, mata merah dan ruam (kemerahan), dapat mengakibatkan radang paru-paru (pneumonia), radang otak, dan kematian.

  1. Gondongan

Pembengkakan di kelenjar air liur, di bawah telinga. Merupakan penyebab paling sering dari radang selaput otak (meningitis) , ketulian dan mandul pada pria.

  1. Rubella (Campak Jerman)

Menyerang anak dan orang dewasa. Jika wanita hamil terkena rubella pada 3 bulan pertama kehamilan, maka 90% bayi yang dilahirkan akan menderita sindrom rubella bawaan (cacat kongenital).
Vaksin MMR diberikan 2x dengan jeda waktu 4 minggu

mmr03

 

5. VAKSIN TIFOID

  • Melindungi dari pernyakit demam tifoid (tipes), disebabkan oleh kuman Salmonella typhi.
  • Menyebabkan gejala antara lain : demam, lemas, nyeri perut dan kepala, hilang nafsu makan, diare bahkan sampai gangguan kesadaran.
  • Dianjurkan untuk orang dewasa sehat dan wisatawan yang ingin melancong dengan vaksin 1x, memberikan perlindungan selama 3 tahun

6. VAKSIN VARICELLA

  • Melindungi dari penyakit cacar air (varicella) yang disebabkan oleh Virus Varicella Zoster.
  • Menyebar melalui batuk, bersin dan kontak langsung dengan penderita.
  • Setelah terinfeksi cacar air, maka virus akan menetap dalam keadaan tidak aktif di saraf. Virus ini dapat aktif kembali dan menyebabkan penyakit bila kekebalan tubuh penderita rendah, terutama pada orang tua dan penderita penyakit kronik lainnya. Virus yang aktif kembali dikenal dengan nama herpes zoster (cacar api / cacar ular)
  • Vaksin Varicella diberikan 2x dengan jeda pemberian 4 minggu.

7. VAKSIN HARPES ZOSTER ( HZ )

  • Memberikan perlindungan terhadap Herpes zoster (cacar ular/cacar api)
  • Herpes Zoster mayoritas menyerang orang berusia 45 tahun ke atas, bisa terjadi karena reaktivasi virus cacar air (varicella-zoster) yang berdiam di saraf tulang belakang. Pada orang tua dan orang dewasa dengan daya tahan tubuh rendah, akan menyebabkan timbulnya herpes zoster.
  • Komplikasi HZ tersering adalah Neuragial Pasca Herpes (NPH), yakni rasa nyeri yang menetap setelah HZ hilang, berlangsung dalam jangka waktu lama bahkan seumur hidup, selain itu virus HZ dapat menyerang saraf, kulit mata dan organ dalam tubuh.
  • Vaksin Herpes Zoster diberikan 1x pada orang dewasa dan orang tua.

101

 

8. VAKSIN INFLUENZA

  • Memberikan perlindungan terhadap virus influenza (flu) yang mudah menular dan menyerang saluran pernapasan. Penularan virus influenza melalui udara pada saat berbicara, batuk dan bersin.
  • Virus influenza sangat mudah menular
  • Walaupun sepele, penyakit influenza dapat mengakibatkan komlikasi yang serius seperti: radang paru-paru (pneumonia) dan gangguan syaraf pusat.
  • Vaksin influenza sangat aman dan efektif, dengan 1x suntikan akan memberikan perlindungan selama satu tahun.

influenza01

9. VAKSIN PNEUMOCOCCUS

  • Infeksi terjadi melalui batuk dan bersin yang mengandung bakteri Streptococcus pneumoniae.
  • Vaksin diberikan untuk semua orang berusia 60 tahun ke atas atau orang dewasa (perokok dan peminum alcohol), dan orang dengan system kekebalan tubuh rendah (HIV, kencing manis, gangguan ginjal , hati dan kelainan jantung)
  • Vaksin PPSV23 diberikan 1x di usia 60 tahun keatas.
  • Vaksin PCV13 diberikan 1x di usia 15-50 tahun

10. VAKSIN HPV ( Human papilloma Virus)

  • Merupakan virus yang menular lewat hubungan seksual maupun non sexual, menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin.
  • Terdapat 100 tipe virus HPV telah teridentifikasi. 4 tipe tersering yaitu tipe 6,11,16,18,  HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan 70% kanker serviks.
  • Penularan virus HPV tidak membutuhkan penetrasi seksual. Cukup melalui sentuhan kulit di wilayah genital (skin to skin genital contact) saja, virus HPV sudah bisa menular. Sebagian besar infeksi virus HPV ini tanpa gejala, dan baru diketahui sesudah stadium lanjut.
  • Wanita yang aktif secara seksual memiliki resiko terkena kanker serviks. Diperkirakan 50-80% wanita dapat terkena infeksi virus HPV sepanjang hidupnya
  • Vaksin dapat diberikan pada wanita sejak usia 10-55 tahun, pada pria 10-26 tahun. Dan tidak diberikan untuk wanita hamil.
  • Pemberian vaksin HPV 3x untuk seumur hidup tanpa pengulangan

jadwal imun

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *